Apakah Tuhan Ada?


Atheisme dan komunisme sudah dilarang di Indonesia, namun memang ideologi yang tertanam di dalam bangsa Indonesia masih saja ada. Saya menulis tulisan ini setelah membaca status seorang kawan di Facebook yang bercerita bahwa dia bertemu dengan seseorang yang menanyakan, apakah Tuhan ada?

Saya sendiri memiliki pengalaman yang mirip ketika saya masih duduk di bangku Tsanawiyah dulu. Kala itu saya sedang berteduh bersama kawan-kawan di depan sebuah warung, karena hujan terlalu deras untuk kami tembus. Tak lama kemudian datang kepada kami seorang penjual kerang. Dia juga ikut berteduh bersama kami, dan kami pun mulai membeli kerang abang-abang itu.

Ketika saya tsanawiyah dulu, saya sering bertanya kepada orang-orang, "apa anda takut mati?" pertanyaan ini saya tanyakan ke banyak orang, mulai dari tukang bakso, tukang siomay, dan tukang kerang ini pun saya tanya dengan pertanyaan yang sama. Pertanyaan ini hanyalah pertanyaan seorang anak yang ingin tahu perasaan orang lain tentang kematian, karena saya sendiri ketika itu jujur merasa bahwa ketidak tahuan dan ketidakpastian tentang kematian membuat saya kadang tidur dengan perasaan tidak tenang.

Singkat cerita sang penjual kerang menjawab "ya, kalo mati sih semua juga mati, tapi ada saatnya, kalau sudah waktunya mati ya pasti mati, kalau belum waktunya ya..., ditabrak kereta juga nggak akan mati". Tidak lama kemudian saya bertanya lagi, "apa abang nggak pernah ngebayangin gimana nanti kalau ketemu malaikat-malaikat kubur?", kemudian dia bertanya balik, "emang kamu pikir agama saya apa?". Saya spontan bertanya, "abang bukan islam?", dia pun menjawab dengan pasti "bukan, saya nggak percaya tuhan!". tengtong.... saya pun bengong, kemudian terjadi beberapa tanya jawab lagi saat itu.

Dalam hidup kita memang diciptakan dengan berbagai situasi yang berbeda. Sebagian orang dilahirkan dalam keluarga yang berkecukupan, sebagian yang lain dilahirkan dengan keadaan ekonomi keluarga yang memiliki banyak uang, sebagian lagi benar-benar kesulitan, bahkan untuk makan pun sulit.

Demikian juga bila kehidupan spritual kita. Sebagian dari kita beruntung memiliki orang tua yang paham agama, dan kemudian memberikan kita kebiasaan dan kepercayaan kepada agama yang kuat dalam diri kita. Dan sebagian yang lain mungkin tidak pernah diajarkan bahwa Tuhan itu ada.

Pertanyaan yang akan saya tanyakan kepada orang yang bertanya apakah tuhan ada adalah:

Apakah kamu mengendalikan semua kehidupanmu?
kalau kamu benar-benar menguasai semua yang ada dalam tubuhmu, coba hentikan detak jantungmu, barang satu menit!
Kalau kamu tidak mampu berarti Tuhan tidak menghendaki jantungmu berhenti saat itu

Apakah kamu pernah berfikir, bagaimana bumi bisa berputar?
Kalau tidak ada yang menggerakkan, apakah masuk akal sebuah bola dapat berputar sendiri?,

  
Apakah kamu merasa bahwa Tuhan tidak ada?
Lalu siapa yang menghidupkanmu, bukankah kamu sendiri tidak pernah berencana untuk dilahirkan?

Apakah kamu merasa Tuhan tidak ada?
Lalu siapa yang akan menenangkanmu dalam kegelapan, ketika hanya dirimu sendiri.

Apakah kamu merasa Tuhan tidak ada?
karena itulah kamu merasa tidak pernah tenang dalam hidup

Apakah kamu merasa Tuhan tidak ada?
Lalu siapa yang menentukan seorang bayi akan lahir, bahkan ibunya sendiri pun berdoa kepada Tuhan agar anaknya lahir dengan sehat. Sebagian Tuhan kabulkan permintaan tersebut, sebagian yang lain Tuhan tidak kabulkan, (kecuali yang aborsi :D, menyalahi aturan Tuhan, siap2 nanggung nanti)      

Tuhan tidak bisa kita lihat, tapi kasih sayangnya bahkan terasa, di setiap nafas yg kita hirup

 


Share on Google Plus

About izdiyan muttaqin

Saya adalah seorang pengajar, pembelajar, dan wiraswasta yang menyukai hal-hal yang berhubungan dengan motivasi, sejarah, ilmu keislaman, dan Bahasa Arab "anda bisa menghubungi saya" di presiden.izdiyan@gmail.com.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar