Liburan, PT MPU, RSU Purbowangi, dan Kebumen Eye Center


main gitar, salah satu pilihan hiburan sambil menunggu jadwal pesawat yang sekitar 3 bulan lebih
Kali ini saya akan menceritakan sedikit kisah tentang liburan saya tahun ini. Liburan saya tahun ini benar-benar panjang. Lebih panjang dari liburan akhir tahun di Gontor yang selama sekitar 50 hari. Liburan saya di Indonesia tahun 2012 ini selama sekitar 150 hari lebih. Kuliah di Al-Azhar memang memiliki banyak keuntungan. Kuliah begitu bebas. Tidak ada ospek, tidak ada absen, tidak ada tugas yang masuk nilai akhir kecuali satu kali di semester kedua (khususnya jurusan saya).

Keadaan ini, tidak adanya absen membuat saya dan Mahasiswa al-Azhar lainnya bisa pulang ke tanah air masing-masing pada waktu aktif kuliah tanpa dikenakan sangsi sama sekali. Dan kemudian datang kembali ke Mesir dan bersiap-siap menghadapi ujian. Indah sekali ya, saya benar-benar bersyukur bisa kuliah di al-Azhar. Sistem ini memang memiliki dua efek, positif maupun negatif, dan itu sekali lagi tergantung bagaimana mahasiswa menyikapi sistem ini.

RAMADHAN DAN IDUL FITRI BERSAMA KELUARGA

Oke cerita saya lanjutkan. Singkat cerita dalam liburan kali ini saya pulang pada bulan ramadhan. Pada bulan ramadhan ini saya akhirnya kembali bisa merasakan nikmatnya ramadhan bersama keluarga, sahur, buka puasa dan tarawih memang terasa begitu indah bila kita berada di tengah-tengah keluarga tercinta. Dan akhirnya aku juga bisa merasakan idul fitri bersama keluarga besarku, baik di Ciputat, Kampung Ibuku maupun di Ngawi, Kampung Bapakku.

BULAN PERTAMA SETELAH RAMADHAN

Pada bulan selanjutnya, aku magang di tempat pamanku, Om Busro yang memiliki bisnis di bidang IT. PT. Mitra Prima Utama, itulah namanya, di sana aku mendapat tugas sebagai bagian administrasi yang lebih fokus kepada marketing. Tugasku memang simpel, tetapi karena mungkin skill yang belum lengkap, aku belum bisa bekerja dengan cepat. Tugas utamaku adalah menyiapkan proposal yang akan dikirim ke sekitar 500 kota kabupaten di seluruh Indonesia. Banyak pemekaran baru di Negara kita Indonesia, akhirnya aku harus browsing di internet mencari alamat kota dan kabupaten baru tersebut yang datanya belum ada di dokumen PT.MPU.

PT. MPU berkonsentrasi pada aplikasi keputusan pemerintah yang membebankan pengambilan paja bumi bangunan (PBB) kepada daerah. Daerah yang dalam hal ini kota dan kabupaten kebanyakan belum memiliki perangkat yang dibutuhkan untuk menarik PBB tersebut. maka MPU hadir untuk menyuplai software, hardware, dokumen-dokumen, maupun pelatihan yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas pemungutan PBB tersebut.

Terima kasih tentunya saya ucapkan kepada Om Busro dan juga teman-teman di MPU yang sudah mau menerima saya. Dan alhamdulillah saya mendapat cukup banyak pelajaran dari pengalaman magang tersebut. Magang di sana sekitar sebulan, kemudian saya minta izin sama Om Busro untuk resign. Dan alhamdulillah Om Busro mengizinkan, dan ternyata masih mendapat uang pesangon juga, :D

BULAN KEDUA BERANGKAT KE GOMBONG

Saat mengajukan diri untuk resign, Om Busro pernah bertanya, setelah dari MPU mau ke mana? akhirnya aku bilang, aku mau nyoba jualan tiket-tiket pesawat. hehehehe...
padahal aku sebenarnya nggak terlalu tertarik dan juga kurang tahu tentang masalah itu. Tapi memang dulu aku sempat berfikir itu adalah salah satu bisnis yang bisa memberiku income, dan aku punya senior yang insya Allah siap mengajarkan cara-caranya.

Tapi ternyata aku tidak jadi memulai bisnis travel. Memang jauh-jauh hari aku sudah berencana untuk pergi ke Kebumen tempat omku, Om Dodo. Yang memiliki rumah sakit dan juga Klinik khusus mata. Mungkin di sana aku bisa mempelajari bagaimana cara memulai bisnis dan kemudian menjalankannya.

Dan akhirnya aku pun berangkat ke Gombong. Dan alhamdulillah Om Dodo juga sangat senang aku bisa ke Gombong. Om Dodo kemudian menugaskan aku untuk mengajarinya Bahasa Arab. Sesuatu yang tidak terlalu sulit untukku, dan akhirnya aktifitas belajar mengajar pun dimulai. Om Dodo rupanya sudah lama sekali ingin belajar Bahasa Arab, tapi belum ada guru yang siap mengajarinya sampai bisa. Dan karena Om Dodo sangat semangat belajar, dan dia juga sudah membaca beberapa buku mengenai belajar Bahasa Arab, Om Dodo pun bisa mengikuti pelajaran yang aku berikan, walaupun kadang agak kesulitan, mungkin karena Om Dodo juga masih harus memikirkan pasien-pasiennya yang berjumlah puluhan setiap harinya.

Selain mengajari Om Dodo Bahasa Arab, aku mendapat tugas lain untuk membuat website resmi bagi Klinik Mata Kebumen Eye Center. Tugas yang aku coba jalani sebisaku. Aku pun mulai ngantor juga di RSU Purbowangi, Rumah Sakit yang didirikan oleh Om Dodo dan isterinya, Tante Ocih.

Di rumah sakit aku ditugaskan oleh Tante Ocih untuk membantu bagian Humas, di sana aku bertemu dengan Mas Panji, manajer bagian Humas. Mas Panji masih muda, jadi masih semangat. Aku sebenarnya kurang turun dalam kegiatan kehumasan, karena aku juga merangkap sebagai guru privat Bahasa Arab Om dodo, jadi aku harus ikut Om Dodo mondar-mandir sambil menemani Om Dodo komunikasi sedikit-sedikit dalam Bahasa Arab.

Banyak pengalaman menarik di RSU Purbowangi dan Kebumen Eye Center. Saya bertemu dengan orang-orang yang ramah dan baik. Dan juga alhamdulillah dengan usaha semampunya, website resmi Kebumen Eye Center berhasil juga saya buat, walaupun tidak terlalu istimewa, tapi terlihat cukup apik, bisa dilihat di sini.

Om Dodo juga berbagi pengalaman bagaimana pertama kali Om Dodo berusaha bertahan hidup di Gombong hingga akhirnya bisa memiliki Rumah Sakit dan Klinik Mata sendiri. Memang semua kemudahan yang ada sekarang adalah buah dari kesabaran dan kerja keras di masa lalu.

BULAN KETIGA, DI GOMBONG, DAN JALAN-JALAN

Masuk bulan ketiga, aku jadi teringat kalau "someone spesial" ulang tahun bulan November ini, akhirnya aku izin Om Dodo untuk pulang, aku juga sempat mampir Ngawi, ketemu Mbah uti, Mbah atung, dan Lek Zub. Kemudian aku juga sempat ke pesta pernikahan kawan di Pasuruan. Aku juga mampir Pondok Al-Islah Paciran dan bertemu dengan Ust. Dawam Sholeh yang ternyata juga teman Bapakku. 

Selain itu kawan-kawan IKPM Kairo juga sempat meminta bantuanku untuk datang ke Pondok (Gontor) untuk menghadap Pak Kyai dan meminta bantuan dana untuk proyek Sekretariat IKPM Kairo permanan dan untuk biaya kegiatan tahun itu, dan alhamdulillah, saya bisa berkesempatan bertemu dengan Pak Hasan. Pak Hasan juga akhirnya mengabulkan sebagian permohonan dana tersebut. Pak Hasan juga berpesan agar cucunya dijaga di Mesir. Ternyata Pak Hasan juga masih kenal dengan Bapakku, Beliau jadi bercerita beberapa pengalamannya tentang Bapakku. Tidak lama kemudian aku pamit. Aku bertemu Ust. Hasan dua kali, dan pada kali yang kedua, Bu Hasan menitipkan beberapa barang untuk Anaknya, Menantunya, dan Cucunya yang juga berada di Mesir.
 
Bersama Ust. Hasan, pada hari ketiga bulan Syawal
mampir di jembatan suramadu

makan sate di Jombang, tempatnya Om Fahrur









Share on Google Plus

About izdiyan muttaqin

Saya adalah seorang pengajar, pembelajar, dan wiraswasta yang menyukai hal-hal yang berhubungan dengan motivasi, sejarah, ilmu keislaman, dan Bahasa Arab "anda bisa menghubungi saya" di presiden.izdiyan@gmail.com.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar