Revolusi Industri dan Sebab Produktifitas Suatu Bangsa



Revolusi industri adalah sebuah peristiwa yang mengubah wajah dunia. Revolusi industri pertama kali terjadi di Inggris, ditandai dengan ditemukannya alat jahit, kemudian mesin uap oleh James Watt pada tahun 1860. Mesin uap inilah yang digunakan dipabrik-pabrik di Inggris untuk melakukan produksi barang-barang secara masal. Mesin uap pulalah yang yang digunakan untuk menggerakkan alat-alat transportasi yang muncul kemudian seperti mobil, motor, dan kereta api.

Dan era industri pun dimulai. Muncul kelompok baru dalam tatanan masyarakat dunia bernama kaum kapitalis. Mereka adalah orang-orang yang berhasil membuat pabrik-pabrik dengan sistem organisasi yang tertata dan dengan memanfaatkan mesin uap dan alat-alat produksi massal, mereka akhirnya mampu menghasilkan produk-produk dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat. Mereka pun kaya raya. Muncul juga golongan pekerja, yang bekerja dalam sistem yang dibuat oleh kapitalis, mereka menggantungkan hidup mereka pada pabrik-pabrik besar tersebut. Muncul pulalah serikat-serikat buruh yang kemudian menuntut hak-hak buruh seperti kenaikan upah, pesangon, dll.
    

Wanita dan anak-anak yang sebelumnya berdiam di rumah, menjadi tumpuan pabrik-pabrik untuk mendongkrak angka produksi, dan untuk meminimalisir uang pengeluaran. Revolusi industri bermula di Inggris, kemudian berkembang dan menular ke seluruh daratan eropa.

Pertanyaannya, mengapa dimulai di Inggris? Banyak alasan dan faktor-faktor yang membuat Inggris mendahului bangsa-bangsa lain di dunia dalam hal industrialisasi. Faktor utama yang paling mendukung Inggris dalam menjalankan revolusi industri saya ringkas dalam 4 sebab utama:
  1. Inggris memiliki wilayah jajahan yang luas. Dengan bahan mentah yang tidak terbatas.
  2. Inggris memiliki pemerintahan yang stabil. Raja hanya sebagai pemilik kerajaan dan tidak memiliki kekuasaan untuk mengambil keputusan dalam negara. Sistem kerajaannya juga sudah dilengkapi dengan Undang-undang dan parlemen yang baku.
  3. Inggris adalah negara pertama yang memiliki bank sendiri. Sehingga memudahkan para kapitalis untuk meminjam dana dalam jumlah besar yang memang dibutuhkan untuk membangun pabrik-pabrik yang bisa memproduksi barang dalam skala besar.
  4. Inggris memiliki kecenderungan pada ilmu praktek, tidak seperti bangsa lain, seperti bangsa arab contohnya yang lebih cenderung pada ilmu teoritis.
  5. Inggris memiliki pemerintahan yang mendorong masyarakatnya untuk memaksimalkan sektor industri. Inggris mendirikan lembaga-lembaga yang dibuat khusus untuk mendalami sektor perindustrian.
Sekarang mari kita bandingkan dengan keadaan bangsa-bangsa lain. Mari kita lihat sejenak ke beberapa negara eropa yang notabene adalah tetangga dari Inggris. Negara-negara besar eropa seperti Prancis, dan Jerman saat itu belum memiliki sistem pemerintahan yang stabil. Jerman bahkan dulunya merupakan kesatuan dari kota-kota terpisah yang menjadi rebutan negara-negara tetangganya. Prusia kala itu Jerman disebut, sebuah kerajaan yang memiliki wilayah yang luas dan penduduk yang banyak, namun memiliki kekuatan politik yang lemah. Karena itu Jerman tertinggal dari Inggris dalam masalah revolusi.


Kali ini saya ingin melihat fenomena revolusi industri ini dalam kacamata sosial-demografis. Terutama dengan melihat kecenderungan otak dan skill bangsa-bangsa. Seperti yang ditulis oleh Pak Harto dalam Bukunya Hanggayuh Kasampurnaning Hurip, di dalamnya ada sebuah pepatah jawa yang kurang lebih maknanya: anugerah Allah berbeda-beda kepada setiap manusia. 

Menurut saya bangsa Inggris, dan bangsa-bangsa eropa pada umumnya memliki kecenderungan kepada ilmu praktek. Dan di sisi lain orang-orang timur tengah, Mesir, dan Arab pada umumnya memliki kecenderungan kepada ilmu teoritis dan ilmu agama islam tentunya. Mungkin kecenderungan umat islam, atau dalam hal ini saya menyebut Bangsa Arab yang hingga saat ini masih tertinggal dalam bidang keilmuwan, teknologi, dan industri disebabkan umat islam selalu berkutat pada lingkup teoritis, dan cenderung tidak fokus pada yang praktis.

Dan itu juga yang saya rasakan ada di al-Azhar. Kita diberikan hafalan al-Qur'an, hafalan sya'ir-sya'ir, yang selalu saja memasukkan informasi-informasi bersifat teoritis dalam otak, tanpa banyak praktek nyata yang membuat kita bisa memanfaatkan ilmu kita dalam kehidupan sehari-hari.

Maka bangsa yang produktif adalah bangsa yang sudah memiliki kriteria yang sudah membuat inggris menjadi bangsa industri pertama. Yaitu memiliki pemerintahan yang stabil dan kuat, kemudian memiliki bank yang siap memberikan dana segar, kemudian memiliki rakyat yang gemar bekerja dan berkarya. 

Grand Syekh al-Azhar Syekh Mohammad Sayyid Thanthowi juga pernah berkata dalam pidatonya: "Yang berkarya adalah yang tenang, yang takut tidak akan berkarya." sambil membacakan ayat 

Saya sungguh yakin bahwa umat islam di seluruh dunia termasuk di Indonesia harus bangkit dan mulai menyadari pentingnya ilmu praktis dan ilmu pasti. Al-Qur'an dan hadits memang perlu dihafal, tapi Allah juga menyuruh kita untuk beramal sholeh. Dan justru yang disebut-sebut oleh Allah sebagai orang-orang yang masuk surga bukanlah orang-orang yang menghafal al-Qur'an atau al-Hadits, tetapi orang-orang yang beriman dan beramal sholeh...

Bukan umat islam sungguh tertinggal dalam masalah kebersihan dibanding umat kristen di eropa, padahal dalam hadits kebersihan adalah bagian dari iman. Bukankah Al-Qur'an menyuruh kita menembus langit biru bila kita mampu, dan sesungguhnya kita tidak akan mampu menembus langit itu, kecuali dengan kekuatan. Kekuatan itu ada dalam ilmu pengetahuan, dan dalam kekuatan ekonomi. 

Saya selalu optimis menghadapi masa depan. Dan saat ini kita sudah memasuki masa-masa stabil dalam politik dunia. Negara-negara islam mulai merdeka dan mulai merasakan stabilitas. Negara-negara Arab pun mulai menyadari buruknya pemerintahan yang diktator. Mereka pun ingin meresakan kebebasan dan kemajuan. Dan insya Allah Indonesia pun mulai stabil dalam politik, generasi muda pun sudah fokus kepada ilmu-ilmu praktek dengan didirikannya smk-smk di berbagai daerah. Bank-bank pun sudah banyak dibuka. Maka produktifitas dan kemajuan peradaban Bangsa-bangsa mayoritas Islam dan terutama sekali Negara Indonesia yang hingga kini masih merupakan negara berpopulasi terbesar di muka bumi akan segera terwujud, mari kita wujudkan bersama.
Share on Google Plus

About izdiyan muttaqin

Saya adalah seorang pengajar, pembelajar, dan wiraswasta yang menyukai hal-hal yang berhubungan dengan motivasi, sejarah, ilmu keislaman, dan Bahasa Arab "anda bisa menghubungi saya" di presiden.izdiyan@gmail.com.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar