Ke Mesir Apa Yang Kau Cari?

mau tahu hal menarik dari menara al-Azhar, Jamnya tidak hidup sejak pertama saya tiba di mesir

Tidak terasa, sudah lebih dari 3 tahun saya tinggal di Mesir. Hari demi hari berlalu begitu cepat. Dulu ketika saya pertama kali tinggal di Mesir, saya tinggal satu kamar dengan Ust. Hayyan Mujmal. Beliau adalah Mahasiswa asal NTB. Dari beliau saya mendapat banyak cerita dan pengetahuan-pengetahuan baru. Dan di flat kami saat itu, beliaulah orang yang paling lama tinggal di Kairo. Dan ketika beliau mengaku bahwa beliau sudah 6 tahun tinggal di Mesir, beliau menambahkan bahwa waktu di Kairo waktu berjalan begitu cepat, dan saya masih merasa bahwa saya datang ke Kairo beberapa hari yang lalu. Dan tanpa terasa hal itu pun saya rasakan saat ini.

Mahasiswa Indonesia di Kairo punya beragam cerita. Kemajemukan komposisi Mahasiswa Indonesia ditambah dengan begitu bebasnya sistem pendidikan di al-Azhar (tempat mayoritas Mahasiswa Indonesia menimba ilmu) menimbulkan corak kehidupan yang unik sekaligus langka.

Mesir bukanlah tempat yang dekat dengan Indonesia. Tentu saja orang yang sudah memutuskan untuk pergi ke Mesir memiliki kekuatan tekad yang tidak bisa dipandang sebelah mata, walaupun akhirnya tekad-tekad mulia untuk memperbaiki diri dan menuntut ilmu terkadang berubah bersamaan dengan perubahan waktu.

Saya pun sama seperti kebanyakan Mahasiswa lainnya. Orang tua saya selalu mendukung pendidikan saya di Kairo, dengan nasihat-nasihat dan motivasinya. Harus kuliah lancar 4 tahun, harus menghafal al-Qur'an, bahkan terkadang orang tua saya memotivasi saya untuk jalan-jalan ke eropa. Hal yang cukup berat mengingat uang kiriman pun masih saya irit-irit, sebagian untuk membeli buku, mungkin sebagian lagi untuk tabungan umroh atau pergi haji kalau ada rezeki.

Dan untuk masalah kuliah, saya pun terbawa dengan suasana al-Azhar yang tanpa disiplin hadir. Kita yang tidak terikat absen di kuliah menjadi begitu dimanjakan dan akhirnya terbiasa untuk tidak kuliah, dan bersantai di flat masing-masing. Sejak anak baru saya juga sudah dibawa ke dalam hingar bingar organisasi masisir (mahasiswa indonesia mesir) yang tidak kenal waktu. Begadang sudah biasa, bolos kuliah sudah tidak perlu dihitung lagi karena terlalu sering.

Dan sekarang pun saya masih terikat dengan beberapa organisasi dalam satu waktu. Menjadi sekretaris senat fakultas Bahasa Arab, menjadi penanggung jawab website Perpustakaan Mahasiswa Indonesia di Mesir, menjadi direktur kajian berbahasa arab (Alif), menjadi sekretaris cadangan juga di PPMI (persatuan pelajar), dan saat ini saya juga diminta tolong kawan saya untuk menggantikan posisinya menjadi sekretaris dalam struktur pengurus wisma nusantara. Oh iya, saya juga masih tercatat sebagai salah satu anggota Dewan Pengawas Organisasi.

Tugas-tugas yang ada dari setiap organisasi itu belum semuanya saya kerjakan, dan saya sendiri masih memiliki berbagai target pribadi. Terkadang saya merasa bersalah karena berbagai tugas yang belum saya kerjakan tersebut. Dan di sisi lain saya sendiri merasa kecewa dengan diri saya sendiri yang belum bisa fokus dalam kuliah dan hafalan al-Qur'an (salah satu target utama saya ketika pertama kali pergi ke Mesir).

Hari ini saya terlambat masuk kuliah, dan satu pelajaran lagi saya tidak masuk karena diminta tolong kawan untuk ke KBRI untuk keperluan PPMI. Hari ini pun saya belum mengulang hafalan saya karena sejak pagi harus membuat pamflet. Hari ini saya membuat dua pamflet untuk dua acara berbeda, dan itu tentu saja memerlukan waktu dan konsentrasi yang tidak sedikit, namun alhamdulillah bisa selesai.

Saya sebenarnya menulis tulisan ini untuk merevisi kembali arah hidup saya di Mesir. Agar tidak melupakan kuliah dan hafalan saya. Apa pun yang terjadi mudah-mudahan kuliah tetap lancar, dan hafalan tetap kuat. Dan... pembangunan aset bisa tetap berjalan







Share on Google Plus

About izdiyan muttaqin

Saya adalah seorang pengajar, pembelajar, dan wiraswasta yang menyukai hal-hal yang berhubungan dengan motivasi, sejarah, ilmu keislaman, dan Bahasa Arab "anda bisa menghubungi saya" di presiden.izdiyan@gmail.com.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

4 comments:

  1. subhanallah... ahlan ust. Hidowar....., makasih kunjungannya...

    BalasHapus
  2. sama! jadi termotivasi nih ustadz!! subhanalloh
    udah jarang ke wisma! udah mulai ujian al azhar yach?

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus