Mewujudkan Darussalam di Dalam Diri Kita

kawan-kawan alumni 2008 saat kelas 6, sewaktu kumpul di balai pertemuan

Sebagai salah seorang alumni gontor saya pribadi merasa mendapat tantangan ketika membaca tulisan tentang kata-kata salah seorang pendiri PM Darussalam Gontor, Pak Ahmad Sahal, beliau berkata "wujudkanlah darussalam di dunia yang luas ini". Kata-kata itu kemudian menjadi inspirasi banyak alumni gontor, termasuk angkatan saya, angkatan 2008, forza vilhadervia yang menggunakannya sebagai moto pagelaran seni angkatan kami, "dengan peradaban gontor kita warnai dunia".

Mewujudkan Darussalam atau kampung damai di dunia yang luas ini memang sebuah cita-cita yang tinggi. Namun tentu saja mewujudkannya membutuhkan usaha terus menerus tanpa putus dan kesabaran yang tiada tara. Dan menurut saya itu sama sekali bukan tugas yang mudah. Bahkan untuk saat sekarang ini belum mampu saya wujudkan.

Pekerjaan yang besar akan mampu dilakukan bila pekerjaan itu dipotong-potong menjadi pekerjaan yang cukup kecil untuk bisa dikerjakan satu persatu, demikian ujar Henry Ford, salah satu pengusaha pembuat mobil paling berkuasa di dunia di awal abad 20. Maka sebelum kita berusaha untuk mewujudkan Darussalam di dunia yang luas ini, saya berpesan kepada diri sendiri dan kepada siapa pun yang َŲ„membaca tulisan ini, mari kita wujudkan darussalam di dalam diri kita.

Darussalam yang saya maksud di sini adalah sebuah konsep disiplin diri. Disiplin yang ditanamkan oleh para kiai lewat berbagai peraturan dan kegiatan dari bangun pagi sampai bangun pagi lagi di hari berikutnya. Sebuah totalitas kehidupan yang islami. Dan sebuah tekad kuat untuk melakukan yang terbaik di hidup kita yang cuma satu kali ini. Hidup sekali hiduplah yang berarti. Dan sebuah kemandirian yang membuat kita terhormat di hadapan Allah maupun di hadapan manusia lainnya.

Dan sebuah keyakinan bahwa tidak ada batas akhir dari do'a dan harapan kecuali di bawah kehendak Allah.
"Dan bila hambaKu bertanya kepadamu tentangKu maka sesungguhnya aku dekat, aku menjawab do'a orang yang berdo'a jika dia berdo'a kepadaku, maka hendaklah mereka mewujudkannya untukku dan yakin kepadaku, mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk" QS al-Baqoroh 186
Share on Google Plus

About izdiyan muttaqin

Saya adalah seorang pengajar, pembelajar, dan wiraswasta yang menyukai hal-hal yang berhubungan dengan motivasi, sejarah, ilmu keislaman, dan Bahasa Arab "anda bisa menghubungi saya" di presiden.izdiyan@gmail.com.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar