Taubat dan Istigfar


قال النبي صلى الله عليه وسلم: إنه ليغان علي قلبي، وإني لأستغفر الله في اليوم مائة مرة
Rasulullah SAW bersabda: sesungguhnya hatiku terkadang terlena, dan sesungguhnya aku sungguh beristig
far memohon ampun kepada Allah seratus kali dalam satu hari.

Hadits ini menggambarkan kepada kita bagaimana seorang Nabi Muhammad, kekasih Allah yang akan mendapatkan derajat tertinggi ketika bertemu dengan Tuhannya di surga, seorang ma'shum yang dijaga oleh Allah dari sedikit pun dosa, sehingga suci dan bersih hatinya tanpa dosa, beliau yang sedemkian suci dan mulia saja berdisiplin beristigfar seratus kali dalam sehari, lalu bagaimanakah kita, makhluk Tuhan biasa yang tidak pernah lepas dari dosa?

Rasulullah menyadar bahwa sebagai seorang panutan bagi seluruh umat islam di seluruh dunia, dan di seluruh masa, beliau harus selalu berzikir di setiap waktu dan di setiap kesempatan, namun beliau menyadari bahwa adakalanya beliau terlalu terbawa oleh suasana, hingga terkadang beliau terlepas dari zikir, karena itulah beliau tidak pernah lupa untuk beristighfar memohon ampun kepada Allah setidaknya seratus kal dalam sehari.

Sedangkan kita sendiri, tak terhitung lagi berapa lama kita terlepas dari zikir kepada Allah bahkan mungkin jika dihitung masa kita berzikir dengan masa kita lupa kepada Allah tentunya akan lebih banyak waktu di mana kita terlalu masuk ke dalam kesibukan dunia, dan kita pun lupa kepada Allah, Astaghfirullah al-Azhim, mari kita sama-sama membiasakan istighfar, agar Allah mengampuni segala kekurangan kita dalam pengabdian kita kepada Allah, Raja segala raja...
Share on Google Plus

About izdiyan muttaqin

Saya adalah seorang pengajar, pembelajar, dan wiraswasta yang menyukai hal-hal yang berhubungan dengan motivasi, sejarah, ilmu keislaman, dan Bahasa Arab "anda bisa menghubungi saya" di presiden.izdiyan@gmail.com.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar