Antara Bebek Penghasil Emas dan Peternak Yang Tamak


Beberapa hari ini saya membaca sebuah buku yang sudah pernah saya dengar tentang bagusnya buku ini bertahun-tahun lalu sejak saya masih di pondok. Buku ini saya temukan ketika saya sedang iseng-iseng melihat koleksi buku PMIK. Sebuah buku berjudul "the 7 habits of highly effective people" karya Stephen Covey. Mungkin anda pernah mendengar buku "the 8th Habit?" nah buku ini adalah sekuel sebelumnya, dan buku "the 8th habit" adalah penyempurna dari buku "the 7 habits of highly effective people".

Ketika masih di pondok dulu saya menghabiskan waktu berjam-jam membaca buku "the 8th Habit?" dan dalam buku ini berkali-kali Stephen Covey menyebut buku "the 7 habits of highly effective people" ini yang membuat saya bertanya-tanya seperti apakah buku itu, namun sayangnya kala itu buku the seven habits ini belum ada di perpustakan kami di pondok dulu, dan alhamdulillah akhirnya saya dipertemukan juga dengan buku ini di Perpustakaan Mahasiswa Indonesia di Kairo.

Buku Stephen Covey masih berkisar tentang kebijaksanaan organisasi, dan bagaimana mewujudkan sebuah organisasi yang kuat dan mampu menjalankan kepengurusannya dengan baik dan bagaimana membuat para anggota organisasi mampu saling bekerjasama dan saling menguntungkan satu sama lain. Dan dia adalah penasehat organisasi yang telah berpengalaman puluhan tahun membantu meningkatkan performa banyak organisasi di dunia.

Dan buku the seven habits ini membahas kebiasaan kebiasaan manusia-manusia . yang efektif dalam organisasi. Dan ternyata di bagian awal dari bukunya kita sudah diberikan intisari dari isi buku yang tebal tersebut yang berupa rumusan yang akan saya tulis seperti berikut:

P/PK

P=Produksi
KP=Kemampuan Produksi


Hukum ini bisa kita pahami dengan kembali membuka memori kita tentang kisah seorang peternak dengan bebeknya. Di suatu negeri ada seorang peternak yang memiliki peternakan bebek. Kemudian suatu hari sang peternak menemukan telur emas di salah satu kandang bebeknya. Pada awalnya dia agak kaget dan kemudian berfikir bahwa telur emas ini mungkin hanya mainan. Namun betapa kegetnya dia ketika setelah dia periksa ternyata telur emas itu adalah emas murni!

Sang Peternak sejak saat itu selalu menunggu kapan bebek peliharaannya akan bertelur lagi. Dan setiap kali bebek itu bertelur emas, sang peternak langsung mengambil emas itu sebelum orang lain sempat melihatnya. Hari berganti hari dan telur emas yang dikumpulkan sudah cukup banyak, sampai akhirnya sang bebek berhenti menghasilkan telur emas yang selalu dinanti-nanti oleh sang peternak. Si peternak yang tdak sabar akhirnya mengambil langkah ekstrem, dia membelah perut bebek itu! Dan ternyata dia tidak menemukan emas di dalamnya.

Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa sesungguhnya aset kita yang menghasilkan seharusnya tidak dipaksa untuk menghasilkan, namun seharusnya kita dipelihara dan dirawat agar bisa terus menghasilkan. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda  

(صم وأفطر ، وقم ونم ، فإن لجسدك عليك حقاً ، وإن لعينك عليك حقاً ، وإن لزوجك عليك حقاً ، وإن لزورك عليك حقاً )
Puasa dan berbukalah, bangun dan tidurlah, maka sesungguhnya tubuhmu punya hak atas dirimu, dan matamu punya hak atas dirimu, dan istrimu punya hak atas dirimu, 


Share on Google Plus

About izdiyan muttaqin

Saya adalah seorang pengajar, pembelajar, dan wiraswasta yang menyukai hal-hal yang berhubungan dengan motivasi, sejarah, ilmu keislaman, dan Bahasa Arab "anda bisa menghubungi saya" di presiden.izdiyan@gmail.com.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar