Keajaiban Percampuran Suku/Ras dan Teori Ras Hitler


Suatu hari dalam kuliah saya, Sang Dosen, DR. Sholah 'Asyur memberikan kepada kami hasil pemikiran pribadinya tentang percampuran etnis. Beliau kemudian menjabarkan beberapa fakta yang memang terjadi dalam sejarah di mana percampuran etnis yang terjadi antara Sayyidina Hussein, cucu dari Rasulullah SAW dengan anak dari Raja Persia Yazdajrad telah melahirkan generasi unggul yang melampaui orang-orang yang sezaman dengan dia dalam hal keilmuan, pemahaman agama, kepemimpinan, dan keteladanan. Dan dari nasab dan garis keturunan tersebut tumbuhlah sekelompok fanatik yang kemudian menjadi benih-benih tumbuhnya komunitas syi'ah.

DR Sholah kemudian melanjutkan kuliah dengan menyuruh kami memandang ke bangunan yang ada di sekeliling gedung perkuliahan yang sedang kami tempati. Kami pun melihat gedung-gedung indah dengan arsitektur unik yang memang dibangun sejak mesir masih berbentuk kerajaan, yang kala itu dipimpin oleh raja-raja keturunan Muhammad Ali Pasha yang merupakan Gubernur yang dikirim dari pihak Turki Usmani namun kemudian menyatakan kemerdekaannya dari kekaisaran Turki Usmani, Muhammad Ali Pasha adalah keturunan Albania, dan selanjutnya keturunan-keturunannya mengalami percampuran dengan Bangsa Arab dan Turki.


salah satu sisi kota kairo lama

salah satu sisi kota kairo lama (dari atas)

Kemudian DR Sholah sejenak menyuruh kami untuk membandingkan bangunan-bangunan yang ada di daerah Kairo lama ini dengan kota baru bernama Nasr City yang didirikan oleh pemerintahan republik yang dipimpin oleh orang-orang dari Etnis Arab dan dibangun di zaman Gamal Abdu Nasser. Dan saya yang ikut berfikir kala itu akhirnya ikut menyadari bahwa ternyata kota Kairo lama memiliki bentuk arsitektur yang khas dan memang lebih indah, jiwa seni dan keindahan ornamen menghiasi gedung-gedung dan bangunan di daerah ini, yang memang merupakan peninggalan dari beberapa era, era Fatimi yang dipimpin oleh para pemimpin dari ras keturunan Hussein yang telah bercampur dengan ras Persia, era Mamluki yang dipimpin oleh pemimpin dari ras eropa timur yang bercampur dengan Arab, dan era Muhammad Ali yang pemimpinnnya juga merupakan campuran ras Eropa timur dan Arab.

Dan jika kita bandingkan dengan kota Madinat Nasr atau Nasser City, kita akan melihat bahwa ternyata bangunan yang ada jauh lebih simpel, sederhana, dan minim nilai arsitektur. Kemudian DR. Sholah mengungkapkan teorinya bahwa inilah kota yang menggambarkan ras Arab dengan murni. Tanpa banyak ornamen, simpel dan tidak banyak nilai seni. Bentuknya hanya dua: kotak dan kotak. Salah seorang senior bahkan mengatakan kepada saya bahwa Mesir selain negara seribu menara, juga merupakan negara seribu kotak.

Salah Satu Sisi Kota Nasr City


Salah Satu Sisi Kota Nasr City


Dan kemudian DR Sholah kembali menegaskan teorinya bahwa percampuran etnis memang akan melahirkan generasi yang jenius, melampaui orang-orang rata-rata di masanya. Dan itu pun tergambar dalam peradaban yang ditinggalkannya. hingga kini bangunan-bangunan peninggalan dinasti mesir terdahulu yang notabene berdarah campuran belum bisa ditandingi oleh para pemimpin masa kini yang berdarah murni Arab.

Teori ini sebenarnya agak berhubungan dengan teori ras hitler di satu sisi, namun bertolak belakang sisi yang lain. Dia mengatakan dalam bukunya Mein Kampf bahwa peradaban manusia adalah refleksi atau gambaran dari rasnya, dan dari DNA yang mengalir dalam darah manusia-manusianya. Ras yang unggul secara otomatis akan melahirkan peradaban yang unggul. dan Ras yang terbelakang secara otomatis akan melahirkan peradaban yang terbelakang. Dan ras campuran, akan menghasilkan peradaban yang kompleks.

Dan salah satu bukti yang bisa dipahami semua orang adalah bagaimana Amerika utara peradabannya lebih maju dibandingkan dengan Amerika selatan, dan Hitler meyakini bahwa terjaganya kemurnian ras arya (kulit putih) di Amerika utara dari percampuranlah yang membuat peradaban di Amerika Utara lebih unggul. Dan percampuran ras kulit putih dengan penduduk asli di Amerika Selatan yang membuat peradaban di Amerika Selatan cenderung tidak seunggul di Amerika Utara.

Namun hal menarik untuk kita sadari adalah bahwa peradaban pada dasarnya bisa dikopi atau bisa dijiplak, atau dengan kata lain, bisa dipelajari. Semua itu sangat mungkin jika suatu bangsa benar-benar memperjuangkan revolusi peradaban tersebut. Dua negara yang dalam sejarah telah berhasil melakukan revolusi peradaban dengan hasil yang menakjubkan adalah Jepang dan Rusia. Yang berubah dari negara agraris terbelakang, menjadi negara modern dengan sistem pemerintahan, kekuatan militer, dan teknologi yang menyamai dan beberapa kali melampaui yang dicapai oleh negara-negara terkuat di Eropa.

Dalam sejarah Indonesia modern, kita tentu perlu menyadari juga bahwa beberapa tokoh jenius yang ada di Indonesia ternyata juga merupakan hasil dari percampuran etnis. Yang pertama-tama akan saya sebut adalah Presiden Pertama Indonesia, Soekarno yang merupakan hasil percampuran dari dua etnis, Ibunya berasal dari suku Bali, dan Ayahnya dari suku Jawa. Kemudian di penghujung abad ke 21, di tahun 90an kita tentu mengenal salah satu tokoh yang paling berpengaruh di Indonesia kala itu, yang juga merupakan Bapak Teknologi Indonesia yang menandai kebangkitan teknologi Indonesia, Baharuddin Jusuf Habibie yang merupakan anak dari Ibu yang berasal dari Jogja dan ayah yang berasal dari Gorontalo. Dan saat ini kita tentu mengenal Barack Obama yang diakui kejeniusannya oleh dunia Internasional dalam bidang politik yang juga merupakan anak dari Ibu kulit putih yang lama tinggal di Hawaii dan ayah kulit hitam yang berasal dari Kenya.

Sukarno, lahir dari percampuran etnis jawa dan bali

Habibie lahir dari percampuran etnis Jawa dan Gorontalo

Obama lahir dari percampuran ras arya dan afrika

Dalam sejarah islam, Daulah Abbasiyah beberapa kali dipimpin oleh Khalifah yang kuat dan menonjol yang berasal dari ras campuran, yang pertama akan saya sebutkan adalah al-Ma'mun yang merupakan anak salah satu pemimpin legendaris dunia Harun al-Rasyid, yang pada masanya peradaban Baghdad mencapai puncak kegemilangannya (Harun al-Rasyid sendiri bukan dari ras campuran), dan al-Ma'mun yang merupakan salah seorang Khalifah yang oleh sejarawan dianggap sebagai 'Alim Abbasiyyin atau tokoh intelektualnya Daulah Abbasiyah, bahkan sebagian sejarawan menuliskan bahwa sepanjang sejarah islam hanya ada dua khalifah yang benar-benar hafal al-Qur'an, Usman bin Affan dan al-Ma'mun. al-Ma'mun lahir dari rahim seorang wanita persia yang merupakan salah satu budak dari Khalifah Harun al-Rasyid.

Salah seorang khalifah yang juga berdarah campuran adalah al-Mu'tashim yang lahir dari rahim seorang budak turki. Darah turki yang mengalir dalam dirinya membuat al-Mu'tashim dicatat oleh sejarah sebagai panglima perang yang gagah berani, dan beberapa kali sukses melakukan invasi ke wilayah kekuasaan Romawi.

Beberapa fakta di atas adalah fenomena, namun tentu saja bukan hal yang pasti, bahwa hasil dari percampuran ras akan menjadi ras unggul. Karena tentu saja banyak faktor yang mempengaruhi tokoh-tokoh tersebut sehingga bisa menonjol. Dan barangkali saya kembali mengingatkan untuk tetap berfikir logis. Bahwa kesuksesan adalah hasil dari usaha yang konsisten, tidak peduli dari bangsa, suku, dan ras mana pun dia. Dan yang membuat perbedaan adalah Ilmu pengetauan dan keyakinan, seperti yang termaktub dalam kitab suci al-Qur'an, "يرفع الله الذين آمنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات", Bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang memiliki keyakinan di antara kalian, dan yang diberi ilmu pengetahuan.

Keyakinan dan ilmu pengetahuanlah yang membuat peradaban di Jepang, Korea, China, dan Rusia bisa berubah begitu cepatnya, tanpa peduli dari ras dan bangsa manakah dia. Dan terbukti pula, Obama yang notabene adalah ras campuran mampu menjadi penguasa di Amerika Utara yang menurut Hitler adalah wujud dominasi ras arya di dunia. Hal ini tentu membuat kita sadar bahwa keturunan, latar belakang, dan etnis bukan alasan untuk menjadi bangsa yang terbelakang, namun konsistensi untuk tetap yakin dan menambah kapasitas keilmuwanlah yang akan membawa kita kepada keadaan yang lebih baik. Allah yang lebih tahu tentang segala sesuatu




Share on Google Plus

About izdiyan muttaqin

Saya adalah seorang pengajar, pembelajar, dan wiraswasta yang menyukai hal-hal yang berhubungan dengan motivasi, sejarah, ilmu keislaman, dan Bahasa Arab "anda bisa menghubungi saya" di presiden.izdiyan@gmail.com.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar