Proaktif (Kebiasaan Pertama dari 7 Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif)



Proaktif adalah suatu ungkapan untuk seseorang yang selalu mencari solusi dan melakukan hal-hal positif yang memang perlu untuk dilakukan untuk melakukan perubahan. Dan proaktif adalah kata yang berbeda dengan reaktif, orang-orang yang reaktif cenderung hanya melakukan respon terhadap hal-hal yang diminta atau mendesak untuk dirubah, seperti saat seorang pemimpin diprotes oleh anggotanya, baru kemudian dia melakukan perubahan yang diminta. Atau ketika seorang bawahan diminta untuk mengerjakan sesuatu baru kemudian dia mengerjakannya, ini yang disebut reaktif.

Namun proaktif adalah suatu kata yang berbeda. Proaktif berarti kita mengerjakan sesuatu berdasarkan inisiatif kita. Kita melakukan hal yang tidak diminta oleh seseorang tetapi memang diperlukan. Proaktif tidak hanya bersumber dari akal tetapi juga dari hati kecil, dari inisiatif, dan dari rasa empati. Atau secara simpel proaktif adalah memberikan hal yang positif tanpa diminta dan tanpa disuruh.

Stephen Covey (penulis buku ini) yang juga adalah seorang penasehat organisasi perusahaan-perusahaan ternama dunia pernah berada dalam suatu organisasi di mana atasannya adalah seorang yang sangat diktator. Dia hanya menggunakan kata-kata "kerjakan ini", "selesaikan ini", "bereskan ini". Dan membebani bawahannya dengan berbagai kata suruh lainnya yang membuat para bawahannya begitu kesal dan membenci atasannya ini. Para bawahannya selalu membicarakan kejelekan-kejelekan atasannya ini di banyak kesempatan.

Namun di antara bawahannya ada seorang karyawan yang begitu tenang. Dia tidak pernah mengeluhkan atasannya itu, bahkan dia mengerjakan tugas-tugasnya dengan sangat baik, dia pun membaca kekhawatiran-kekhawatiran yang ada pada hati atasannya, dan memberikan ulasan tentang pilihan-pilihan yang mungkin diambil oleh atasannya untuk membuat situasi perusahaan membaik.

Atasannya kemudian sedikit curhat kepada Stephen Covey dan dia mengaku sangat terbantu dan menyukai bawahannya yang proaktif ini. Dan dalam suatu rapat, ketika sang atasan menjelaskan suatu masalah untuk pertama kalinya dia meminta pendapat bawahannya, dan bawahannya yang pertama kali diminta pendapat adalah yang proaktif tadi.

Tahun demi tahun berlalu dan akhirnya karyawan tahersebut semakin besar pengaruhnya di dalam perusahaan. Dia segera naik dari satu jabatan ke jabatan lain yang lebih tinggi, dan bahkan menjadi salah satu tim perusahaan yang paling berpengaruh setelah direktur utama, direktur utama tetap mempertahankannya karena dia sadar bahwa posisinya semakin kuat dengan keberadaan karyawan ini.

Situasi di atas menggambarkan secara sederhana tentang seperti apakah orang yang proaktif. Proaktif sebenarnya adalah bentuk usaha untuk memperluas pengaruh, karena pengaruh akan meluas ketika digunakan

lingkaran pengaruh akan membesar jika kita aktif untuk melakukan hal positif di lingkungan yang berada di bawah pengaruh kita, dan akan membesar sejauh sisi kepedulian kita
Dari gambar di atas kita bisa melihat bahwa ada dua lingkaran, yang terluar adalah lingkaran kepedulian, dan yang di dalam adalah lingkaran pengaruh. Lingkaran kepedulian adalah wilayah di mana kita memiliki keinginan untuk merubahnya, namun kita tidak punya pengaruh untuk merubahnya. Dan lingkaran pengaruh adalah lingkaran di mana kita memiliki kekuatan dan pengaruh untuk melakukan perubahan. Dan jika lingkaran pengaruh yang kita punya terus kita manfaatkan dengan terus bersikap proaktif dan positif, maka seiring berjalannya waktu lingkaran pengaruh kita akan membesar dan semakin besar hingga mendekati batas akhir dari lingkaran kepedulian kita 

Kita bisa menyaksikan bagaimana seseorang bisa berubah dari sosok yang tidak memiliki pengaruh menjadi sosok yang mempengarungi jutaan orang dengan mempraktekkan sikap dan kebiasaan proaktif ini. Kita bisa melihat bagaimana Rasulullah SAW yang merupakan anak yatim piatu yang hidup dalam keluarga sederhana di Jazirah Arab bisa menjadi manusia yang mempengaruhi jutaan bahkan milyaran orang di dunia karena beliau terus menerus melakukan hal-hal positif dalam lingkungan beliau, dan akhirnya hal-hal tersebut menjadi teladan dan menginspirasi orang-orang yang bahkan belum lahir pada zaman Rasulullah SAW.


Share on Google Plus

About izdiyan muttaqin

Saya adalah seorang pengajar, pembelajar, dan wiraswasta yang menyukai hal-hal yang berhubungan dengan motivasi, sejarah, ilmu keislaman, dan Bahasa Arab "anda bisa menghubungi saya" di presiden.izdiyan@gmail.com.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar