Cipto the Cool Guy...

Salah satu sudut di Gontor 2
Tulisan ini aku tulis khusus untuk temanku, Cipto. Entah di mana dia sekarang, aku sudah tidak memiliki kontak lagi. Cipto adalah seorang kawanku di kamarku di Gedung Utama Atas. Cipto adalah sosok yang kalem dan tenang. Tidak seperti yang lainnya dia selalu terlihat kalem di setiap situasi. Rambutnya agak ikal, dan di hidungnya ada tahi lalat. Matanya minus, tapi dia tidak mau memakai kacamata. Dan matanya pun terlihat selalu sayu dan teduh.

Cipto berasal dari Banten. Di Gontor kita sebagai santri memiliki persatuan-persatuan perdaerah yang biasa disebut konsulat. Dan Aku bergabung dengan konsulat Banten sama dengan Cipto. Kami sering mengobrol bareng dan dengan berbagai kegiatan yang ada kami menjadi cukup dekat satu sama lain.

Ada suatu kisah yang sangat aku ingat dengan Cipto. Suatu pagi, ketika kami para santri sedang bersiap-siap untuk pergi ke masjid, aku mendapati kunciku hilang. Aku pun tidak bisa membuka lemari pakaianku, yang di dalamnya terdapat sandal dan gayung yang biasanya kugunakan ketika pergi ke kamar mandi karena gedung kamar mandi tersebut memang tidak menyatu dengan asramaku. Aku kala itu benar-benar kebelet ingin buang air kecil.

Akhirnya yang terjadi selanjutnya adalah aku benar-benar panik. Sekujur tubuhku tegang. Aku sungguh tidak mampu menahan dorongan air yang ingin keluar itu. Aku meringis dan berkata kepada teman-temanku yang ada di sekelilingku, " Kunci ane ilang nih! kebelet banget pengen kencing, pinjem kunci nt dong!". Satu persatu kunci aku coba untuk membuka lemariku itu. Aku sungguh panik ketika itu. Dan kemudian dengan santainya Cipto mendekati lemariku dan mencoba membuka gemboknya dengan kunci miliknya, begitu tenangnya dia membuka dan ternyata gembok lemariku terbuka!

Aku pun tersenyum lebar dan berkata "Alhamdulillah... makasih Cipto!", akhirnya terbuka juga, dan aku bergegas mengambil gayung dan sandalku. Serta merta aku turun ke bawah dan pergi ke hamam. Dan air yang sudah ngotot dari tadi ingin keluar pun akhirnya bisa kukeluarkan. :D

Kebersamaan dengan teman-teman seperti Cipto dan teman-temanku yang lainnya berlangsung setiap hari selama beberapa bulan itu. Kami dimarahi sama-sama, dimotivasi sama-sama, ke masjid 5 kali sehari, makan ke dapur 3 kali sehari, mengikuti latihan percakapan Bahasa Arab yang tidak pernah sukses, karena seingatku selama enam bulan aku di Gontor 2 aku memang belum bisa berbicara Bahasa Arab dengan baik. Sesuatu yang mungkin akan menjadi bahan cerita di kisah-kisah selanjutnya
Share on Google Plus

About izdiyan muttaqin

Saya adalah seorang pengajar, pembelajar, dan wiraswasta yang menyukai hal-hal yang berhubungan dengan motivasi, sejarah, ilmu keislaman, dan Bahasa Arab "anda bisa menghubungi saya" di presiden.izdiyan@gmail.com.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar