Akhirnya berangkat ke Kairo,

Bagaimana ceritanya bisa sampai ke kairo?

Ceritanya cukup menarik. Sebenarnya rencana belajar di Universitas al-Azhar sudah saya tulis dalam rencana hidup saya ketika masih kelas 3 intensif di pondok dulu, setelah saya terinspirasi oleh buku dahsyat karya Marwah Daud yang biasa disebut orang MHMMD kalau tidak salah kepanjangannya adalah Merancang Hidup Merencanakan Masa Depan.

Setelah membaca buku itu saya pun membuat perencanaan target-target hidup saya dari sejak tahun itu, hingga nanti ketika umur saya genap delapan puluh tahun :D, mudah-mudahan saya panjang umur dan bisa sampai umur segitu. Buku catatan itu hilang entah di mana sekarang. Sebagian dari target-target yang kutulis di buku itu telah tercapai, aku naik ke kelas favorit, 5B, kemudian 6B, dan lulus dengan predikat istimewa. Dalam rencana yang kutulis, aku akan meneruskan S1 ku di Al-Azhar Kairo...

Singkat cerita setelah aku lulus, orang tuaku menyuruhku untuk mengikuti ujian masuk di UIN Jakarta, kampus depan rumahku yang Ayahku juga mengajar di sana. Sebenarnya aku senang-senang saja kalau bisa kuliah di sana, namun ternyata waktu ujian masuknya kira-kira dilaksanakan sekitar bulan febuari, yang saat itu aku masih dalam ikatan pengabdian mengajar di Gontor 9 Lampung Selatan. Aku pun memberanikan diri untuk meminta izin dari Pak Kyai untuk pulang dan mengikuti ujian, tapi ternyata Pak Syamsuddin Basyir, Pengasuh Pondok Gontor 9 tidak mengizinkan, Beliau mengatakan bahwa beliau hanya mengizinkan kita keluar jika kita ingin belajar di Luar Negeri.

Dan benar saja, ketika ada ujian beasiswa dan non beasiswa kami pun diizinkan untuk mengikuti ujian tersebut, aku tidak lulus pada ujian beasiswa dan akhirnya bisa lulus pada ujian non beasiswa. Biaya yang dibutuhkan sekitar 9 juta ketika untuk administrasi, tiket, dan sebaginya. Dan alhamdulillah masih ada rezeki dan donatur sehingga aku pun bisa berangkat.
foto-foto dulu gan sama temen-temen angkatan


foto dengan bapak dan mas aaf sebelum berangkat

transit di Kwait





 Saya masih ingat tanggal ke berangkatan saya, tanggal 25 Desember 2009 dan kami tiba pada tanggal 26 Desember 2010. Oh iya, di pesawat saya satu bangku dengan seorang warga negara Kanada yang juga seorang Muslimah, dia tinggal di Thailand dengan suaminya yang orang Prancis, dia sedang liburan ke Mesir ketika itu.

Saya yang setahun sebelumnya bertugas sebagai pengawas Bahasa di Gontor 9 dan tahun sebelumnya juga sebagai Penggerak Bahasa Pusat di Gontor senang sekali bisa mempraktekkan Bahasa Inggris yang biasanya hanya dipakai ngomelin adik-adik kelas, sekarang bisa digunakan untuk komunikasi dengan native speaker. Kami berbicara ngalor ngidul nggak jelas, dan tanpa terasa kami sudah tiba di Kairo 

saya lupa namanya, umurnya sekitar 30 tahun





inilah wajah-wajah imut kami beberapa saat setelah mendarat di Kairo, dijemput Kakak-kakak senior IKPM

ini pemandangan dari flat kami di bilangan Bawabah 3, Hay 'Asyir, Nasr City, kalo kata Mbak Kiki Kayak Film Ayat-ayat cinta :D

Share on Google Plus

About izdiyan muttaqin

Saya adalah seorang pengajar, pembelajar, dan wiraswasta yang menyukai hal-hal yang berhubungan dengan motivasi, sejarah, ilmu keislaman, dan Bahasa Arab "anda bisa menghubungi saya" di presiden.izdiyan@gmail.com.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar