Kegemparan Dunia di Perang Dunia II (Part 2)

Hitler sang Fuhrer, dalam sebuah upacara tahun 1939


KEMUNCULAN HITLER DI JERMAN

Hitler lahir pada tanggal 20 April 1889. Dia meninggalkan bangku sekolah pada umur 16 tahun dan tidak punya kualifikasi untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Dia pun mengandalkan bakat melukisnya untuk bertahan hidup dengan menjual kartu pos hasil lukisannya. Pada tahun 1913 dia pindah ke Munich dan kemudian menjadi salah satu tentara relawan yang ikut berjuang pada perang dunia pertama (1914-1919), dan pada tahun 1919 dia bergabung dengan German Workers' Party (DAP), dan selanjutnya memimpin Partai Nazi (NSDAP) sejak tahun 1921.

Hitler adalah sosok yang paling menonjol dalam perang dunia kedua. Nazi bukan hanya menjadi partai yang ditakuti di dunia politik, namun gerakan Nazi juga menjadi gerakan yang ditakuti di jalan-jalan kota Jerman. Karena Partai Nazi memiliki satuan khusus semacam militer yang bisa bergerak sewaktu-waktu jika diperlukan. Mereka bersenjata dan menjadi momok bagi rakyat Jerman kebanyakan. Mereka juga punya satuan mata-mata yang membuat gerakan mereka semakin kuat. Kekerasan kadang terjadi di kota-kota di Jerman dikarenakan gerakan Partai Nazi yang sedang melakukan proyek-proyek pemenangan pemilunya, atau sekedar membuat keonaran untuk menggiring opini publik.

Dan akhirnya Hitler melancarkan aksi kudeta pada tahun 1923. Namun aksinya dapat digagalkan oleh Pemerintah Jerman saat itu. Dia pun dipenjara selama 9 bulan. Dan di masa tahanannya, Hitler menulis bagian pertama dari bukunya yang kemudian menjadi best seller hingga saat ini: mein kampf (perjuanganku).

Bukunya mengulas bagaimana kisah hidupnya yang sudah ditinggal mati orang tuanya ketika dia berumur 18 tahun. Perjuangannya bertahan hidup, kelaparan, menjadi gelandangan dan pelukis jalanan di Vienna, hingga kebenciannya yang begitu dalam terhadap orang Yahudi, yang dia anggap telah terlalu kuat pengaruhnya di Jerman sehingga merekalah yang menguasai ekonomi, dan media di Jerman. Hitler pun menuliskan kebenciannya terhadap Perjanjian Forsay tahun 1919 yang sangat merugikan Jerman, dan dibatasinya kekuatan militer Jerman merupakan penghinaan yang harus dilawan oleh setiap warga negara Jerman. Buku ini telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia, termasuk Bahasa Indonesia.

Pada tahun 1932 Hitler ketika itu berumur 43 tahun, Partai Hitler menjadi salah satu partai yang dijagokan akan memenangkan Pemilu Jerman 1933. Hitler menjadi tokoh yang diidolakan karena saat itu, karena dua ideologi yang paling populer di Jerman adalah Sosialis dan Komunis. Sebagaimana kita ketahui dua ideologi tersebut adalah yang paling laris di saat sebuah negara berada dalam kondisi ekonomi yang sulit. Dan Partai Nazi yang dipimpin Hitler adalah sebuah partai sosialis. Kebanyakan orang Jerman cukup fanatik terhadap kristen maka kebanyakan mereka lebih sosialis yang memimpin daripada harus tunduk kepada pemerintahan komunis.


Dan sebagaimana kita ketahui sebelumnya, Jerman yang sebelum perang dunia pertama merupakan negara kekaisaran, telah berubah menjadi negara federal demokratis yang dipimpin oleh seorang Presiden sebagai kepala negara, dan Kanselir sebagai kepala pemerintahan. Dan Pemilihan umum untuk presiden dan parlemen diadakan setiap tujuh tahun sekali. Pada tahun 1932 jerman pun mengadakan pemilihan presiden. Kala itu Hitler maju sebagai calon dari Partai Nazi, bersaing dengan dua orang lainnya, Paul Hindenburg yang merupakan calon independen, dan Ernst Thalmann dari partai KPD. Dan akhirnya yang menjadi presiden adalah Hindenburg yang menang dengan suara 53%, Hitler mendapat suara 36,8%, dan Ernst 10,2%.

Dan akhirnya pada tahun 1933 
Partai Nazi  (Nationalsozialistische Deutsche Arbeiter Partei) (NSDAP) pun ikut ambil bagian dalam Pemilihan Umum dan mendapatkan suara terbanyak dari 6 partai yang menjadi peserta pemilu, dengan suara sebanyak 43,91%, dengan jumlah kursi sebanyak 288 kursi. Namun meski partainya menang, Hitler belum menguasai Parlemen Jerman yang disebut "Reichstag", karena untuk menjadi partai penguasa Reichstag, minimal sebuah partai harus mencapai jumlah kursi 324 dari 647 kursi. Posisi Nazi yang sangat kuat dalam Reichstag akhirnya membuat Hindenburg menawarkan posisi wakil kanselir kepada Hitler. Tetapi kemudian Hitler menolak, dan Hitler mengatakan bahwa dia hanya mau menjadi Kanselir. Dan akhirnya Hindenburg mengabulkan permintaan Hitler, dan dia pun dilantik sebagai Kanselir secara resmi pada tahun 1933.

Nah, Hitler akhirnya sudah berhasil mencapai tampuk pemerintahan di Jerman, namun dia masih memiliki Hindenburg sebagai atasan. Partainya juga tidak sampai 50% di Parlemen. Namun bagaimana ceritanya hingga akhirnya dia bisa menguasai Jerman sedemikian rupa, hingga semua orang seperti hidup di dunia lain karena terpengaruh oleh karismanya. Dan seolah-olah Hitler menggenggam kekuasaan dalam kepalan tangannya, bagaimanakah proses selanjutnya...? Mari kita tunggu apa yang akan diperbuat oleh Hitler, salah satu pemimpin legendaris dunia yang nyentrik dengan kumis seperti Charles Chaplin to be continued......

Share on Google Plus

About izdiyan muttaqin

Saya adalah seorang pengajar, pembelajar, dan wiraswasta yang menyukai hal-hal yang berhubungan dengan motivasi, sejarah, ilmu keislaman, dan Bahasa Arab "anda bisa menghubungi saya" di presiden.izdiyan@gmail.com.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments: