BELAJAR DARI KOMPETISI AMUNSEND-SCOTT MENUJU KUTUB SELATAN


Oleh
Mohammad Izdiyan Muttaqin

kisah dimulai di tahun 1911. sebagian referensi juga ada yang mengatakan bahwa kejadian ini terjadi pada tahun 1910. saat itu adalah saat di mana seluruh dunia sangat fanatik kepada kebangsaannya. eksplorasi dan penjelajahan ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi juga sedang marak di lakukan di berbagai belahan dunia. Salah satu tempat yang belum pernah dijelajahi adalah kutub selatan yang dalam bahasa inggris disebut "the south pole". Maka kutub Selatan mulai menjadi bahan perbincangan dan menjadi tujuan ekspedisi selanjutnya.

Kutub selatan menjadi tujuan ekspedisi dua negara besar di Eropa yaitu Inggris dan Norwegia. Dari Inggris ekspedisi dipimpin oleh Robert Falcon Scott, sedangkan dari Norwegia ekspedisi dipimpin oleh Roald Amunsend. Ekspedisi dimulai di jarak waktu yang tidak terlalu berjauhan di tahun 1911. Maka dimulailah kompetisi untuk mencapai kutub Selatan, untuk mengibarkan bendera masing-masing negara di tempat yang masih perawan tersebut. Siapakah kira kira yang akan sampai duluan?

Sebelum kita membahas siapa yang akhirnya sampai duluan, mari kita pelajari persiapan kedua rombongan untuk bisa menaklukkan kutub selatan.

Yang pertama adalah tim Scott dari Inggris. Mereka mempersiapkan 1 ton bahan makanan. Mereka juga menyiapkan strategi untuk mengatur kecepatan sesuai dengan keadaan cuaca. Saat cuaca baik mereka akan bergerak cepat dengan kecepatan 30-50 mil/jam. Dan dalam keadaan cuaca yang buruk, mereka akan menepi ataupun mengurangi kecepatan hingga kurang dari 20 mil/jam. Di sisi lain, Scott juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengumpulan informasi yang dibutuhkan untuk penelitian terhadap kutub Selatan. Hal ini membuat fokus mereka terpecah, antara tujuan ekspedisi dan tujuan penelitian.

Tim Amunsend memiliki beberapa keuntungan, salah satunya, Amunsend memulai perjalanan dari titik yang lebih dekat daripada tim Scott. Mereka juga membekali diri mereka dengan 3 ton bahan makanan, mereka juga menyiapkan Kompas cadangan untuk persiapan. Dan yang lebih penting lagi, mereka memiliki hanya satu tujuan utama, yaitu mengibarkan bendera Norwegia di kutub Selatan. Amunsend juga memiliki strategi yang baik, dia sudah lebih dahulu belajar bagaimana bertahan hidup di kutub dari orang-orang Eskimo, termasuk bagaimana memanfaatkan ikan lumba-lumba sebagai salah satu makanan.

Kira kira siapakah yang akan sampai ke pusat kutub Selatan lebih dulu?

Dengan kecepatan yang konsisten, dan persiapan yang lebih matang, Amunsend dan timnya berhasil melaju lebih dulu. Dia dan Timnya tiba di dataran kutub Selatan dengan kapal laut, dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kereta salju yang ditarik anjing kutub, untuk mencapai pusat kutub Selatan. Mereka meninggalkan sebagian bahan makanan di tenda mereka kemudian mereka melaju dengan kereta salju yang bergerak dengan kecepatan 20 mil/jam. Meskipun di tengah jalan salah satu anjing nya kelelahan, dan akhirnya dimakan, namun mereka akhirnya tiba di pusat kutub Selatan dengan selamat, dan berhasil mengibarkan bendera norwegia, yang menandai kemenangan nya dalam ekspedisi tersebut. Mereka telah sampai di tempat itu pada Desember 1911.

Scott dan timnya akhirnya juga berhasil mencapai kutub selatan. Mereka berjalan lebih lambat karena harus mengumpulkan informasi untuk penelitian. Ditambah dengan kecepatan kapal dan kereta salju mereka yang tidak konsisten, Mereka akhirnya sampai di pusat kutub Selatan pada bulan Februari. Dengan kekecewaan karena melihat bendera Norwegia sudah berkibar di situ. Namun ternyata itu baru merupakan awal dari musibah yang akan menimpa mereka. Mereka tiba di waktu yang kurang tepat. Suhu udara di kutub Selatan semakin menurun drastis. Sebagian anjing penarik kereta salju mereka pun jatuh kelelahan. Mereka harus berhenti dan membuat tenda pada jarak 11 mil dari tenda markas mereka. Dan akhirnya di situlah satu persatu tim Scott meninggal kelelahan dan kelaparan.

Sementara di waktu yang tidak terlalu lama setelah itu Amunsend berhasil selamat sampai Norwegia tanpa ada satu pun awaknya yang tewas, mereka disambut dengan hangat, dan Amunsend memberi kan pidato publik nya sebagai penghormatan atas kemenangan dalam kompetisi mencapai kutub selatan.

Pelajaran yang bisa kita ambil antara lain.

1. Persiapan sangat penting untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, apa pun target yang kita tuju, dan dalam bidang apa pun, baik itu pekerjaan, studi, bisnis, atau pun untuk mencapai suatu tempat atau lokasi.
2. Untuk mencapai tujuan yang kita inginkan, kita harus berdisiplin, dan berjalan konsisten menuju tujuan tersebut.
3. Fokus kepada satu tujuan dalam satu waktu akan membantu kita untuk mencapai tujuan yang kita inginkan dengan lebih baik dan lebih cepat.

Terinspirasi dari ceramah Merry Riana dalam Inspire Indonesia Conference 2017 di integrity convention center Jakarta

Share on Google Plus

About izdiyan muttaqin

Saya adalah seorang pengajar, pembelajar, dan wiraswasta yang menyukai hal-hal yang berhubungan dengan motivasi, sejarah, ilmu keislaman, dan Bahasa Arab "anda bisa menghubungi saya" di presiden.izdiyan@gmail.com.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar